Penggunaan Insulin Pen

/

Penggunaan Insulin Pen

Foto : Insulin Pen

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Pengendalian kadar gula darah menjadi sangat penting dalam pengelolaan diabetes. Insulin merupakan salah satu metode pengobatan utama untuk pasien dengan diabetes tipe 1 maupun tipe 2 yang membutuhkan insulin tambahan. Novorapid FlexPen merupakan salah satu jenis insulin yang digunakan secara luas dalam pengobatan diabetes melitus.

Insulin injeksi adalah bentuk sintetis dari hormon insulin yang diberikan melalui suntikan ke dalam lapisan lemak di bawah kulit. Tujuan utama penggunaan insulin injeksi adalah untuk menggantikan atau melengkapi produksi insulin alami yang tidak mencukupi pada penderita diabetes. Insulin injeksi tersedia dalam berbagai jenis, seperti insulin cepat, insulin intermediate, dan insulin lambat, yang masing-masing memiliki kecepatan kerja dan durasi yang berbeda.

Berikut Cara Penggunaan Insulin Pen:

  1. Usapkan kapas alkohol pada bagian yang akan di suntik. Genggam pen dengan 4 jari, letakkan ibu jari pada tombol dosis.
  2. Cubit bagian kulit yang akan disuntik.
  3. Segera suntikkan jarum pada sudut 90. Lepaskan cubitan
  4. Gunakan ibu jari untuk menekan ke bawah pada tombol dosis sampai berhenti (klep dosis akan kembali pada nol. Biarkan jarum ditempat selama 5-10 detik untuk membantu mencegah insulin keluar dari tempat injeksi.
  5. Tarik jarum dari tempat penyuntikan dan usap dengan kapas alkohol, jangan digosok atau dipijat pada daerah bekas suntikan.

Yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan insulin pen untuk penggunaan berikutnya :

  1. Tutup luar jarum dan putar untuk melepaskan jarum dari pen. Tempatkan jarum yang telah digunakan pada wadah yang aman (kaleng kosong) dan buang ke tempat sampah.
  2. Simpan kembali insulin pen untuk digunakan ke pemakaian selanjutnya. Cuci tangan setelah menggunakan insulin pen.
  3. Tidak disimpan di dalam freezer
  4. Insulin pen harus disimpan dalam lemari es atau disimpan pada suhu kamar.
  5. Tidak terkena cahaya langsung.

referensi : Pokja Komunikasi Dan Edukasi

Lihat Artikel Yang Lain

  • Pemberian Anugerah Tanda Penghargaan Atas Dedikasih, Pengabdian, Dan Kemanfaatan bagi Masyarakat Kepada dr. Kadek Dian Lestari, Sp.PD., M.H., C.M.C., FINASIM – Oleh Kementrian Kesehatan RI

    Pemberian Anugerah Tanda Penghargaan Atas Dedikasih, Pengabdian, Dan Kemanfaatan bagi Masyarakat Kepada dr. Kadek Dian Lestari, Sp.PD., M.H., C.M.C., FINASIM – Oleh Kementrian Kesehatan RI

    /

  • Sadari “Cegah lebih awal selamatkan lebih banyak”

    Sadari “Cegah lebih awal selamatkan lebih banyak”

    /

  • MAKANAN SUMBER NUTRISI UNTUK MATA INDAHMU

    MAKANAN SUMBER NUTRISI UNTUK MATA INDAHMU

    /

  • Kenali Hyperthyroid “Gangguan Hormon Yang Sering Terabaikan”

    Kenali Hyperthyroid “Gangguan Hormon Yang Sering Terabaikan”

    /