
1. Apa penyakit malaria ?
Penyakit malaria adalah penyakit menular, disebabkan oleh parasit (plasmodium) yang ditularkan oleh nyamuk malaria (anopheles). Penyakit malaria dapat menyerang semua orang baik laki-laki maupun perempuan, pada semua golongan umur, dari bayi sampai orang dewasa.
Di Indonesia terdapat 424 kabupaten endemis malaria dari 497 kabupaten yang ada. Diperkirakan 45% penduduk Indonesia berisiko tertular malaria. Sekitar 15 juta kasus malaria dengan 38.000 kematian setiap tahunnya (SKRT 2001). Kematian karena malaria mempengaruhi tingginya kematian bayi, anak balita dan ibu hamil dan dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia. Tahun 2007 terdapat 1.700.000 kasus klinis dengan 700 kematian.
2. Bagaimana penularan malaria ?
Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria (anopheles). Bila nyamuk anopheles menggigit orang yang sakit malaria, maka parasit akan ikut terhisap bersama darah penderita. Dalam tubuh nyamuk, parasit tersebut berkembang biak. Sesudah 7 – 14 hari apabila nyamuk tersebut menggigit orang sehat, maka parasit akan ditularkan kepada orang sehat tersebut. Di dalam tubuh manusia parasit akan berkembang. Dalam waktu kurang lebih 12 hari, orang tersebut akan sakit malaria.
3. Apa gejala malaria ?
a. Gejala malaria ringan
• Demam menggigil secara berkala dan biasanya disertai sakit kepala
• Pucat karena kurang darah
• Kadang-kadang dimulai dengan badan terasa lemah, mual/muntah, tidak nafsuk makan
• Gejala spesifik daerah, misalnya pada anak-anak disertai dengan diare
b. Gejala malaria berat
• Kejang-kejang
• Kehilangan kesadaran (mengigau, bicara salah, tidur terus, diam saja, tingkah laku berubah)
• Kuning pada mata
• Panas tinggi
• Kencing warna teh tua
• Nafas cepat
• Muntah terus
• Pingsan sampai koma
4. Bagaimana cara memastikan menderita malaria ?
• Untuk memastikan menderita malaria perlu dilakukan pemeriksaan darah di Puskesmas Pembantu/ Puskesmas, Rumah Sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
• Setelah dinyatakan positif malaria, Petugas kesehatan memberikan obat artemisinin combination therapy dengan dosis yang telah ditetapkan.
5. Bagaimana cara pengobatan malaria ?
• Pengobatan diberikan setelah dinyatakan positif malaria dengan pemeriksaan laboratorium (mikroskopis) ataupun RDT (Rapid Diagnostic Test) di tempat pelayanan kesehatan.
• Obat yang digunakan adalah ACT (Artemisinin Based Combination Therapy)
• Obat diminum setelah makan (perut tidak kosong) sampai habis selama 3 (tiga) hari sesuai dengan takaran.
• Apabila obat sudah diminum sampai habis, tetapi masih belum sembuh, agar segera datang ke Puskesmas.
6. Kemana harus mencari pengobatan ?
• Posmaldes/Poskesdes
• Petugas kesehatan setempat
• Puskesmas pembantu
• Puskesmas
• Rumah Sakit




