Apa itu pneumonia ?
Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Pneumonia bisa
menimbulkan gejala yang ringan hingga berat. Beberapa gejala yang umum dialami penderita pneumonia adalah batuk berdahak, demam, dan sesak napas.
Pneumonia juga dikenal dengan istilah paru-paru basah. Pada kondisi ini, infeksi menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru-paru. Akibatnya, alveoli dipenuhi cairan atau nanah sehingga membuat penderitanya sulit bernapas.

Designed by Freepik
Pneumonia bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur.
Penyebab pneumonia
- Pneumonia yang didapat di lingkungan umum. Contoh organisme yang menyebabkan pneumonia yang ditularkan di tempat umum, antara lain : Streptococcus pneumoniae, Mycoplasma pneumonia, Jamur dan Virus.
- Pneumonia yang didapat di rumah sakit. Penyakit ini bisa terjadi di rumah sakit dan menjadi serius karena bakteri yang menyebabkannya mungkin lebih kebal terhadap antibiotik. Selain itu, hal ini juga bisa lebih berbahaya karena orang yang mengidapnya terkena suatu penyakit.
- Pneumonia yang didapat dari perawatan kesehatan. Penyakit paru-paru yang didapat dari perawatan kesehatan ini rentan terjadi pada orang yang dirawat di fasilitas perawatan dalam jangka panjang atau rutin menerima perawatan di klinik rawat jalan, termasuk pusat dialisis ginjal.
Gejala pneumonia
Indikasi dan juga gejala ringan pneumonia umumnya menyerupai gejala flu, seperti demam dan batuk. Gejala tersebut memiliki durasi yang lebih lama bila dibandingkan flu biasa. Gejala Berat :
- Nyeri dada pada saat bernapas atau batuk
- Batuk berdahak.
- Mudah lelah.
- Demam dan menggigil.
- Mual dan muntah.
- Sesak napas.
- Gangguan pada kesadaran (terutama pada pengidap yang berusia >65 tahun).
- Pada pengidap yang berusia >65 tahun dan punya gangguan sistem imun, umumnya mengalami.
- Hipotermia.
Pada anak-anak dan bayi, biasanya gejala yang muncul berupa demam tinggi, anak tampak selalu kelelahan, tidak mau makan, batuk produktif, dan sesak napas, hingga napas anak menjadi cepat.
Pengobatan pneumonia
Dokter akan memberikan antibiotik yang harus dikonsumsi sampai habis jika infeksi disebabkan karena bakteri. Sedangkan terapi suportif yang diberikan dapat berupa:
- Obat penurun demam jika pengidap menderita demam tinggi dan membuat aktivitas terganggu.
- Obat batuk untuk mengurangi frekuensi batuk maupun mencairkan dahak yang tidak bisa keluar.
Pencegahan pneumonia
- Mempraktekkan kebersihan yang baik: Mencuci tangan secara teratur atau menggunakan hand sanitizer.
- Berhenti merokok agar pelindung paru-paru tidak terganggu dan ampuh menghadapi infeksi pernapasan.
- Jaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat dengan tidur yang cukup, berolahraga teratur, serta mengonsumsi makanan sehat.
referensi : alodokter




